Pertemuan Pembina dan Pengurus OSIS SMP, SMA, SMK di Lingkungan Yayasan Mardi Yuana 14-15 Maret 2017

by Admin Yayasan MY
2017-03-16 10:38:15




Pertemuan Pembina dan Pengurus OSIS Yayasan Mardi Yuana yang keempat ini diadakan di Hotel dan Resort Bale Arimbi Megamendung, pada tanggal 14-15 Maret 2017. Dihadiri oleh 19 Pembina OSIS dan 56 pengurus OSIS yang berasal dari 11 jenjang SMP, 5 jenjang SMA, dan 3 jenjang SMK. 

Pertemuan Pembina dan Pengurus OSIS ini diisi dengan : 

  1. Perkenalan dan Sharing Program Kerja/Kegiatan OSIS yang sudah berjalan.
  2. Pola Hidup Sehat, yang disampaikan oleh Sr. Marisa Nur Trisna, CB - Eco Spirit Center  Puspanita.
  3. Penyuluhan Narkoba dan Kenakalan Remaja, yang disampaikan oleh Tim dari Kedhaton Parahita - Sentul City.
  4. Diskusi Kelompok.

Dalam materi Pola Hidup Sehat yang disampaikan oleh Sr. Marisa, para pembina dan pengurus OSIS diajak untuk menciptakan Pola Hidup Sehat yang dimulai dari lingkungan sekolah yang merupakan rumah kedua bagi para siswa untuk membangun kesehatan siswa jasmani dan rohani, melalui pemahaman, kemampuan dan tingkah laku, sehingga siswa bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk kesehatan mereka secara mandiri. Pola Hidup Sehat dapat ditentukan dari makanan dan minuman yang sehat, namun sekolah justru dikepung oleh aneka snack, jajanan, dan minuman yang tidak sehat. Selain itu kita juga diajak untuk melakukan pertobatan ekologis yakni dengan bersikap adil kepada bumi dan juga bersikap adil kepada diri sendiri yang bisa dilakukan dengan membiasakan diri untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat serta tetap menjaga rantai makanan berjalan pada siklusnya.

Selain dari makanan dan minuman berbahaya yang menghantui para siswa, ada pula narkoba dan kenakalan remaja yang mengancam. Tim dari Panti Rehabilitasi Narkoba Kedhaton Parahita menyampaikan bagaimana narkoba berdampak negatif bagi masyarakat dan bagaimana narkoba merusak sistem kerja tubuh secara perlahan hingga dapat menyebabkan kematian. Dikatakan bahwa remaja sebagai yang paling rentan menjadi pengguna narkoba, sebab dalam fase mencari jati diri para remaja memiliki kecenderungan untuk berbuat nekad, kritis dalam aturan, antara narsis dan eksis, cepat marah, serta suka coba-coba yang menjurus pada kenakalan remaja. Kita diajak sebagai satu tim, yang terdiri atas pemerintah, oran tua, guru serta organisasi dan/atau komunitas untuk dapat melakukan program pencegahan terindikasi. Dikatakan pula bahwa tidak ada seseorang yang sepenuhnya kebal untuk menjadi rentan terhadap penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang dan setiap kita bertanggung jawab atas kualitas dan arah hidup kita.

"If not us, who. If not now, when."

Berdasarkan materi-materi yang disampaikan tersebut, sebagai tindak lanjut para pembina dan pengurus OSIS diajak untuk berdiskusi mencari kemungkinan kegiatan bersama lintas jenjang atau perwakilan, serta menentukan gerakan bersama sesuai dengan kebutuhan dan kondisi.

Oleh : G. Dwi Yuni N., SH.




Copyright © Yayasan Mardi Yuana 2017